Daerah  

WNA Jadi Korban Penyekapan dan Pemerasan di Bali, Diduga Libatkan Jaringan Internasional

WNA asal Rusia Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan.

RETORIK.ID, Bali – Sebuah insiden kejahatan terhadap Warga Negara Asing (WNA) kembali terjadi di kawasan Canggu, Bali, pada Senin (14/07/2025).

WNA asal Rusia dan Kazakhstan diduga menjadi korban intimidasi, penyekapan, serta pemerasan oleh sindikat kriminal di villa tempat tinggalnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Badung (No. Reg: SPM/333/VII/2025/SPKT/POLRES BADUNG/POLDA BALI) dan tengah dalam penyelidikan.

Salah seorang korban, Vladimir Usatenko, menyebutkan, pelaku beranggotakan empat pria bertopeng, mengaku sebagai aparat, lengkap dengan senjata tajamnya menyusup ke villa-nya sekitar pukul 00.00 WITA.

Saat berhasil masuk ke dalam villa, pelaku menyerang korban dan menahan pasangan dan rekan perempuannya.

“Tangan dan kaki kami diikat dengan tali plastik, mulut dilakban, lalu mengancam akan memotong tubuh kami jika berteriak. Kami bahkan juga dipaksa menelan obat misterius oleh pelaku,” ungkapnya kepada kabarbaru.co, Selasa (12/7).

Dalam kondisi diikat, korban dipaksa menunjukkan ponselnya untuk mengakses dompet kripto, galeri poto, aplikasi keuangan, media sosial, untuk meretas akun exchange.

Beberapa jam setelah melancarkan aksinya, pada pukul 06.45 WITA, pelaku diketahui telah melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi luka-luka.

“Para pelaku membawa kabur aset kripto kami senilai USD 674.000 atau setara Rp10 miliar,” jelasnya.

Korban menjelaskan, setelah dilaporkan ke aparat setempat, kepolisian sempat melakukan pelacakan digital.

Hasilnya, ditemukan beberapa perangkat korban di kawasan Old Man’s, Canggu, yang tersimpan dalam sebuah tas ransel.

Sebagai informasi, insiden semacam ini sebelumnya pernah terjadi dengan modus operandi yang serupa terhadap WNA di Bali.

1. 9 Juli – Jimbaran

Seorang pria WNA asal Rusia diserang di rumahnya oleh dua orang berseragam imigrasi dan dua pria bertopeng. Ia ditodong pistol dan dipaksa menyerahkan USD 150.000.

2. 27 Juni – Mengwi

Perempuan WNA asal Ukraina diserang pukul 02.25 dini hari. Ia dipukul, diikat, dan dipaksa transfer crypto USD 30.000 serta menyerahkan perhiasan.

3. Desember 2024 – Ungasan

Serangkaian kejadian tersebut mengingatkan pada kasus viral pada 15 Desember 2024. Dua WNA diculik di Ungasan, Bali.

Korban dipaksa masuk ke mobil, disiksa di vila penyekapan, dan kehilangan crypto senilai lebih dari USD 214.000.

Indisen ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran publik, terutama terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman.

Terlebih beredar dugaan terkait adanya jaringan kriminal internasional terorganisir yang melibatkan oknum tertentu.

Sebab, semua serangan dilakukan secara matang, menyasar WNA berprofesi di dunia crypto, dan dilakukan oleh pelaku bertopeng yang memiliki pengetahuan tentang aset digital korban.