Daerah  

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Pamekasan Tambah 100 Bibit Bebek Pedaging

Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan melaksanakan kegiatan penambahan bibit bebek pedaging.

RETORIK.ID, Pamekasan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada sektor ketahanan pangan, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan melaksanakan kegiatan penambahan bibit bebek pedaging, Kamis (30/1/2026).

Kegiatan ini diwujudkan melalui penambahan sebanyak 100 ekor bibit bebek pedaging yang ditempatkan di kandang peternakan bebek Lapas Narkotika Pamekasan. Program tersebut merupakan langkah berkelanjutan dalam pengelolaan peternakan bebek, sekaligus upaya regenerasi ternak setelah bebek-bebek sebelumnya berhasil dipanen dan dipasarkan.

Bibit bebek yang ditambahkan telah melalui proses seleksi dan pensortiran yang ketat guna memastikan kualitas dan kesehatan ternak, sehingga diharapkan mampu menghasilkan produktivitas yang optimal.

Penanggung jawab peternakan bebek Lapas Narkotika Pamekasan, I Ketut Ardiyasa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan secara konsisten.

“Penambahan bibit bebek ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga kesinambungan peternakan. Bibit yang dipilih sudah melalui tahap pensortiran agar kualitasnya terjamin dan hasilnya bisa maksimal,” ujar I Ketut Ardiyasa.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat pembinaan bagi warga binaan.

“Program peternakan bebek ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden dan Program Aksi Kemenimipas. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan,” tutur Kusnan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Pamekasan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional sekaligus mewujudkan pembinaan yang produktif, mandiri, dan berorientasi pada masa depan.