Ada dalam Taraf Ketiadaan || Puisi-Puisi Miftahorrahman

Ada dalam Ketiadaan

Terkesan merajut asa dalam riuh

Serasa tercapai tanpa gapai

Melamun, suara sanubarimu seraya memberi nafas jangka yang berkepanjangan

Apa kau akan bertahan sedari fajar terbit hingga senja tak terpancar?

Menemaniku, memelukku, menuntunku, walau dalam badai?

Saya rasa tidak berkemungkinan hal itu terjadi

Dan lagi pula, lereng-lereng di keheningan subuh telah memikat tanpa belas rindu

Segala sesuatunya tak terulang

Segala yang ada bertaraf ketiadaan.

 

Kemarau dalam Air Mata

Hujan pada musim kemarau terjadi

Turun berderu tanpa pamrih

Bersama angin menghempas atap logika

Menghampiri kening kening lara

Pada jiwa yang bernostalgia

Denting suara tetes airmata

Hadir bersama mata air hujan

Kesedihan yang tiada ambang batas

Melakoni hingga puncak kerapuhan

Masihkah kau enggan percaya?

Padahal kau dan aku bernafas di naluri yang sama

Pernahkah terbesit keabadian?

Meski estimasi waktu membatas

Tentu kerapuhanku adalah kamu

Percayalah.

 

Kecemasan dalam Rindu

Menjalin keniscayaan

Menjalar hingga sampai pada tepi keragu-raguan

Menatap masa masa kelabu

Teringat sendu bergelombang pilu

Lantunan lirih lagu yang pernah kita putar didalam ruang tanpa pintu

Mengingatkan ku pada sumpahmu

Kau ku panggil detik ini lewat pesan

Semoga sampai dengan kata-kata utuh tanpa kehilangan huruf

Sebab, keutuhan makna ini mendalam
yang akan membuatmu mengerti arti dari kehadiran.

 

Pamekasan 20 Mei 2022

 

Print Friendly, PDF & Email