Daerah  

Beasiswa Santri, Bupati Baddrut Tamam: Masa Depan Pamekasan Tergantung Anak Cucu Kita

RETORIK.ID, Pamekasan – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam telah banyak menggelontorkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui beasiswa santri.

Menurut bupati, masa depan Pamekasan, Jawa Timur, dan Indonesia secara umum akan ditentukan oleh anak-anak muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan, mulai tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), atau mereka yang tengah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

“Hampir lima ribu anak-anak kita telah dikirim ke pesantren-pesantren, dan beasiswa menjadi salah satu prioritas kita. Ada yang tanya ke saya, kenapa beasiswanya banyak sekali? Karena masa depan Pamekasan dan Indonesia ini tergantung anak cucu kita,” katanya, Senin (1/5/2023).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, masa depan Pamekasan memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni agar Pamekasan bisa bersaing dalam setiap perubahan zaman. Sehingga, keinginan untuk menjadi kabupaten maju akan terwujud sesuai harapan bersama.

Dia menjelaskan, ada tiga syarat untuk menjadi generasi bagus di masa yang akan datang, pertama memiliki iman, karena dengan iman orang tersebut cenderung tidak akan menyakiti orang lain. Kedua memiliki akhlak yang bagus, dan ketiga ilmu pengetahuan yang mumpuni ditopang dengan kreasi, inovasi, dan kolaborasi.

“Setelah dari pesantren harapan abdina karena pondasinya selesai, pemerintah memiliki program beasiswa kedokteran. Ketika besar harapan abdina, santri bisa jadi dokter, santri ada yang bisa jadi anggota polisi, TNI, dan ada yang masuk di IPDN,” harapan.

Dikatakan, jika dalam beberapa posisi tersebut diisi oleh orang yang memiliki pondasi keagamaan bagus, maka masa depan Pamekasan, Jawa Timur dan Indonesia cenderung akan lebih baik. Sebab, dengan pondasi keagamaan bagus segala tindakan dan kebijakannya akan bagus pula.

“Tahun 2020 kemarin, kita kerja sama dengan Polda Jawa Timur, alhamdulillah bisa mengantarkan anak-anak kita lulus menjadi anggota polri kemitraan antara Pemkab Pamekasan dengan Polda Jawa Timur. Alhamdulillah juga dalam prosesnya tidak boleh ada jual beli,” tegasnya.

Dia berharap, anak-anak Pamekasan yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah kabupaten (pemkab) dapat mengembangkan ilmunya agar bermanfaat untuk lingkungan sekitar sesuai harapan.

Print Friendly, PDF & Email