Daerah  

Bupati Baddrut Tamam Ajak Generasi Muda Untuk Cepat Kreatif dan Inovatif

RETORIK.ID, Pamekasan – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam meminta anak-anak muda sebagai penerus pemimpin bangsa senantiasa membangun atmosfer positif dimanapun dan kapanpun.

Menurutnya, berpikir positif berpengaruh besar terhadap perkembangan diri untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Sebaliknya, seseorang yang selalu berpikir destruktif akan melihat lingkungannya dengan kacamata negatif.

“Berpikir negatif itu berpengaruh terhadap cara pandang, kesehatan, dan lain-lain. Karena yang ada di depannya semuanya dianggap negatif, orang seperti ini akan menjadi bagian dari persoalan, bukan bagian dari penyelesaian,” katanya, Kamis (16/2/2023).

Dikatakan, anak muda yang kini sedang duduk di bangku sekolah ataupun mereka yang sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi hendaknya bisa menjauhkan diri dari lingkungan yang destruktif. Sebab, kondisi itu tidak baik untuk perkembangan diri sebagai penerus estafet kepemimpinan di negeri ini.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini mengaku, dirinya saat ini berupaya untuk menjauhkan anak anaknya dari kehidupan yang tidak produktif tersebut. Mengingat, hidup di lingkungan yang mempunyai atmosfer negatif berpotensi menjadi generasi kerdil dan kriting.

“Anak anak saya sekarang, saya jauhkan dari komunitas destruktif. Karena kalau kumpul dengan destruktif ini, kriting ini nanti. Jadi generasi yang kalau ingin terhormat hancurkan orang lain, kalau ingin mulia buat orang lain hina, ini bahaya kalau sudah begini,” tegasnya.

Dia memilih cara tersebut agar anak-anaknya menjadi generasi yang tumbuh, subur, dan mampu memberikan solusi atas kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak menjadi generasi yang justru membuat persoalan dalam setiap gerak, langkah dan kebijakannya.

Generasi yang saat ini baru berusia 20 tahun masih memiliki waktu panjang untuk mengembangkan potensi dirinya atau mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang. Sementara pemimpin yang saat ini sudah berusia 45 sampai 50 tahun, 20 tahun lagi telah habis masanya, bahkan tidak menutup kemungkinan sebagian besar sudah menghadap dzat yang maha rahim.

“Wajah Indonesia masa depan ya anak-anak muda ini, makanya harus positif, jangan negarif. Orang yang berpikir negatif itu cepat mati, pikirannya keruh, darahnya keruh, dan biasanya akan dikumpulkan dengan kelompok yang keruh juga, ayo berpikir positif dan tetap ada protek,” tandasnya.

Selain itu, anak-anak muda harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat seperti sekarang. Anak muda yang tidak mampu cepat, inovatif, dan kreatif bersiaplah untuk digilas oleh perkembangan zaman tersebut.

“Kita perlu cepat, tidak ada alasan untuk tidak cepat, harus kolaborasi, harus inovasi,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email