Gen Z Rentan Overthinking, Inilah Penyebab dan Beberapa Solusinya

RETORIK.ID, Edukasi – Overthinking merupakan salah satu ciri masalah kesehatan mental. Penyebab overthinking cukup banyak dan ini bisa membuat seseorang terlalu banyak berpikir, merenungkan, atau menganalisis suatu masalah dengan cara yang berlebihan dan berulang-ulang. Overthinking belakangan ini semakin merajalela, terutama di benak para Generasi Z.

Generasi Z sering kali mengalami tekanan yang tinggi dari berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk hubungan pribadi. Overthinking di kalangan Generasi Z bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

Media sosial: Terpapar oleh citra yang disunting dan kehidupan yang tampak sempurna di media sosial dapat menyebabkan perbandingan sosial dan tekanan untuk selalu tampil baik di depan orang lain.

Ketidakpastian masa depan: Generasi Z sering kali merasa tertekan dengan ketidakpastian tentang masa depan, termasuk karir, pendidikan, dan hubungan pribadi.

Tekanan akademis: Persaingan yang ketat di dunia pendidikan sering membuat Generasi Z merasa tertekan untuk mencapai kesuksesan dalam hal akademis, yang dapat menyebabkan overthinking terkait performa dan prestasi.

Ketergantungan pada teknologi: Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hidup dan menyebabkan kecemasan serta overthinking terkait dengan interaksi sosial dan hubungan interpersonal.

Untuk mengatasi overthinking di kalangan Generasi Z, penting untuk mempraktikkan self-care, berbicara dengan orang yang dipercayai, belajar untuk melepaskan ekspektasi yang tidak realistis, dan memprioritaskan kesehatan mental. Mendapatkan dukungan dari profesional kesehatan mental juga bisa menjadi langkah yang baik bagi mereka yang mengalami kesulitan yang lebih serius.

Mengatasi overthinking terhadap pasangan bisa melibatkan beberapa langkah:

Komunikasi terbuka: Bicarakan perasaan dan kekhawatiran Anda dengan pasangan secara jujur. Komunikasi yang baik dapat membantu mengurangi ketidakpastian dan kekhawatiran berlebihan.

Berlatih mindfulness: Fokus pada saat ini dan hindari merenungkan masa lalu atau memikirkan masa depan secara berlebihan. Latihan meditasi dan teknik relaksasi lainnya dapat membantu mengurangi overthinking.

Kenali pola pikir negatif: Sadari pola pikir yang memicu overthinking dan usahakan untuk mengubahnya menjadi pola pikir yang lebih positif dan sehat.

Miliki kegiatan yang membangkitkan minat: Temukan kegiatan atau hobi yang membuat Anda merasa bahagia dan terlibat dalamnya secara teratur untuk mengalihkan pikiran dari overthinking.

Beri ruang untuk diri sendiri: Penting untuk memiliki waktu untuk diri sendiri untuk merenungkan dan melepaskan tekanan. Ini dapat membantu mengurangi stres dan overthinking.

Bekerja sama dengan pasangan: Ajak pasangan Anda untuk bekerja sama dalam mengatasi overthinking, mungkin dengan menetapkan batasan-batasan yang sehat atau menjalani sesi terapi bersama jika diperlukan.

Ingatlah bahwa mengatasi overthinking memerlukan waktu dan kesabaran, dan tidak ada solusi instan. Tetapi dengan komitmen dan usaha bersama, Anda dan pasangan dapat mengatasi tantangan ini bersama-sama.

Print Friendly, PDF & Email