Kamu Dan Malaikat, Kumpulan Puisi Nurhaslinda

Malaikat

Seperti bising,

Dia selalu menggangguku dengan nyaring

Lewat notif notif diaplikasi jejaring

Mengatakan rindu, kangen, dan sayangnya dengan sering

Menemaniku disetiap jarum jam berkeliling
Kau,,,

Kau menjamu tak ubah malaikat dipelipisku

Lewat tangan tangan Tuhan kau menopangku

Menengadah setiap tetes air mata yang jatuh dari batin ini

Hingga tak ada sesak dari dada hingga rongga
Kau malaikat bukan?

Lantas bagaimana engkau pulang

Jika sayap sayapmu kau biarkan terbang

Menemaniku bukan keputusan yang baik

Aku cengeng dan kerap kali mengompol
Mengotori hati dan harimu yang manis seperti manggis

Tak ada aku sediakan rumah untuk mu menetap

Jika mau di relungku kau bisa tinggal tetap

Kemarilah

Atur waktu seumur hidup dengan ku

Biar berhenti aku berdoa

Biar berhenti aku meminta

Setelah amin kuselesaikan di kamu.

 

Kamu

Waktu menunjukkan seperempat dari sekian perih

Menyibak angunanmu dari terik terik matahari

Hari ini tak ubahnya kabar duka

Menutup doa dari sekian kian semoga

Kau dan surga menjadi sama sama jauh

Sama sama semakin sulit dimiliki

Entah dengan doa atau tasbih aku menjemputmu

Atau bahkan dengan dosa dan luka aku mengakhirinya

Kalimat ini aku peruntukkan untuk mu

Biar ku berteriak dalam diam

Di saat rinduku telah benar menghitam
Terhalangi jarak ruang dan keadaan

Cikal bakal amukan asa

Seanterokan tangis

Terselubung jauh anganku bersamamu

Ku ukir pelangi meski hujan larut tak hampir bumi

Ada mimpi di balik semua kisah

Ada harap dijelas tulis tak terkanvas

Pahami detik yang tak akan kembali

Hanya aku, ya aku diantara ribuan sahabatmu yang tak pernah mampu membahagiakanmu membaca watakmuu pun aku tak terlalu berbakat.

Maafkan aku, duhai kamu.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *