Daerah  

Megawati Hadiri Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Bandung, Minta TNI-Polri Netral

RETORIK.ID, Bandung – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara langsung hadir di Kota Bandung dalam kampanye akbar pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar-Mahfud.

Megawati terlihat duduk di tengah panggung diaping Ganjar dan beberapa tim sukses. Dirinya hadir di Bandung karena mempunyai sejarah dengan kota ini.

Ir. Soekarno, sebagai ayahnya, lama berada di Bandung sebagai pejuang yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, dengan kehadirannya di Bandung diharap bisa menggemakan dukungan kepada Ganjar-Mahfud di daerah lainnya.

“Karena beliau (Soekarno) yakin pemulaan di sini (Bandung). Rakyat diberi pengertian apa arti kemerdekaan, maka pasti akan bergema di tempat lainnya,” ungkap Mega, Minggu (21/1/2024).

Menurutnya, saat ini banyak intimidasi dari pihak tertenu termasuk aparat pemerintahan kepada pasangan capres dan cawapres, termasuk Ganjar-Mahfud. Pergerakan aparat pemerintah ini diduga dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Saya bukan provokator, saya ingin mengatakan kebenaran pada masyarakat Indonesia. Seorang pemimpin itu harusnya mengayomi seluruh rakyatnya dimanapun mereka berada,” ungkap Mega.

Mantan Presiden Indonesia ini pun meminta TNI-Polri untuk tidak takut terhadap tekanan dari pemerintah di kala pemilu. Sebab mereka adalah abdi masyarakat yang hidup dari uang rakyat.

Mega pun meminta masyarakat termasuk aparat pemerintahan di daerah seperti desa, kelurahan, atau kecamatan, tidak takut ketika diminta melakukan kecurangan pemilu. Rakyat harus jadi pihak yang diutamakan dalam hal ini, termasuk kebebasan mereka dalam menentukan pilihan saat pemilu. Ketika ada tekanan dari pihak tertentu, mereka harus berani melapiorkannya, tidak hanya diam dan menerima arahan tersebut.

“Kalau ada apa-apa, lapor, dan lapor, dan lapor, ke pimpinan, ke presiden kamu. Berani yah jangan bohong,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Megawati pun mengatakan bawah salah satu paslon yang kerap menggembar-gemborkan mengenai pembagian sembako pada masyarakat. Menurutnya, pembagian itu tidak jadi masalah asal tidak dilakukan terus menerus.

“Ada yang kasih sembako, boleh tapi pikir yang pintar. Emang bisa terus terusan masih sembako, terus duitnya dari mana? Kalau duitnya banyak banget,” kata Mega.

Print Friendly, PDF & Email