Sejumlah Akademisi dan Praktisi Ikuti Busan Global Gathering 2024 di Korsel, Kenalkan Budaya Indonesia Dimata Dunia

RETORIK.ID, Nasional – Sebanyak 5 orang yang berasal dari kalangan akademisi serta praktisi Indonesia dikirim ke Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan dalam rangka mengikuti program magang Indonesia Centre.

Terselenggaranya program magang tersebut, berkat kerjasama LPDP, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul.

Dalam rangkaian magang ini, mereka berkesempatan untuk mengikuti Busan Global Gathering 2024, sebuah hajatan internasional untuk memperkenalkan budaya masyarakat dari berbagai Negara. Peserta magang Indonesia Centre berkolaborasi dengan KBRI Seoul untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam kancah internasional, (18/05/2024).

Didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul Amaliah Fitriah dan Wakil Direktur Indonesia Centre Ni Made Rieke Elitasari, 5 orang tersebut memperkenalkan budaya Indonesia dalam bidang yang berbeda-beda.

Veronika Dian Anggarapeni (Mahasiswa Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Universitas Gadjah Mada) yang memeperkenalkan Lagu Daerah dan Makanan Tradisional Indonesia. Kemudian, Hizkia Pertiwi yang memperkenalkan angklung, Tresna Maya Sofa (Dosen Tari Universitas Negeri Yogyakarta) memperkenalkan tari daerah Indonesia, Gaga Rizky (Komunitas Wayang Suket Indonesia) memperkenalkan wayang suket, dan Frangky Kurniawan (mahasiswa Magister Pendidikan Universitas Negeri Yogyakata) memperkenalkan batik.

Veronika Dian Anggarapeni dari salah satu peserta mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi sarana mempercepat pemahaman antar budaya serta mendorong kerjasama Indonesia-Korea Selatan.

“Indonesia Centre dibawah pembinaan KBRI Seoul dapat mempromosikan kebudayaan Indonesia, selain itu Indonesia Centre mendapatkan exposure sehingga keberadaan Indonesia Centre di Korea Selatan diketahui oleh masyarakat setempat,” tuturnya.

Global Gathering 2024 ini, kata Veronika biasa disapa, diikuti oleh berbagai Negara dari berbagai komunitas yang memperkenalkan budayanya masing-masing.

“Warga Busan dan warga asing yang berada di Busan kemudian kedutaan asing di Korea, dan sektor pariwisata, berpartisipasi untuk memamerkan berbagai kebudayaan dari masing-masing tempatnya,” katanya.

Sementara itu, lanjut Veronika, Indonesia mempromosikan berbagai budaya, seperti kerajinan tangan, musik tradisional, serta kuliner khas Nusantara.

“Yang diperkenalkan oleh kami dari Indonesia, yaitu batik, angklung, wayang kulit, wayang suket, kostum tari daerah, makanan khas Indonesia seperti mie ayam, batagor, sate ayam, es dawet, es campur, es teh. Sasaran pengunjungnya adalah 13.000 pengunjung terdiri dari warga busan, pelaku misi diplomasi, komunitas seni, kedutaan asing,” jelasnya.

Veronika juga menambahkan, “Masyarakat asing sangat tertarik dan antusias mengenal dan mempelajari kebudayaan Indonesia. Booth Indonesia sangat menarik pehatian pengunjung dan media Korea Selatan yaitu KBS sehingga menjadi liputan khusus di KBS News,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email