RETORIK.ID, Jakarta – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali dihadapkan pada isu kontroversial. Setelah polemik terkait dukungan mahasiswa terhadap UU TNI, kini publik dikejutkan oleh dugaan penyalahgunaan dana organisasi oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ. Sosok yang dikenal dengan inisial “H” kini menjadi pusat perhatian karena diduga terlibat dalam praktik korupsi dan judi online.
Awalnya, isu ini beredar di kalangan internal pengurus BEM FISH. Namun, semakin banyak bukti yang memperkuat dugaan bahwa dana dari beberapa program kerja, termasuk kegiatan kepengurusan organisasi prodi tahun 2024 dan Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), telah diselewengkan.
Sejumlah mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah lama mencium kejanggalan dalam laporan keuangan tersebut. Namun tidak ada tindak lanjut karena dianggap sebagai hal yang lazim di lingkungan organisasi.
Tak berhenti di situ, program pengabdian masyarakat GFM 9 yang seharusnya menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa untuk masyarakat juga diduga menjadi korban penyelewengan. Salah seorang pengurus BEM FISH, inisial “M” yang menjabat sebagai Kepala Departemen Sosial Politik, disebut-sebut juga turut terlibat dalam aliran dana yang tidak jelas asal-usulnya.
Yang lebih mengejutkan lagi, menurut informasi yang beredar di kalangan mahasiswa terdengar kabar bahwa “H” ternyata aktif bermain judi online. Keterlibatannya dalam praktik perjudian ini memperkuat spekulasi bahwa dana organisasi digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Kami heran, kok bisa uang kegiatan tiba-tiba habis tanpa laporan yang jelas. Setelah ada isu judi online, baru kami mulai menyadari ada yang tidak beres,” ujar salah satu mahasiswa yang kerap terlibat dalam program BEM FISH.
Dampaknya, kepercayaan mahasiswa terhadap BEM FISH pun merosot tajam. Pembentukan Badan Pengurus Harian (BPH) yang seharusnya berjalan lancar kini terhambat karena minimnya minat mahasiswa untuk bergabung. Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FISH sudah mengeluarkan memorandum mendesak percepatan pembentukan BPH dan rekrutmen pengurus baru, tetapi responsnya masih tergolong lambat.
Dengan berbagai permasalahan yang mencuat, mahasiswa kini menuntut transparansi dan audit menyeluruh terhadap keuangan BEM FISH.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi BEM FISH UNJ. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin legitimasi BEM FISH akan semakin memudar. Kini, semua pihak menantikan langkah konkret yang akan diambil untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga kredibilitas lembaga kemahasiswaan ini.












