RETORIK.ID, Pamekasan – Mengawali tahun akademik baru, Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura sukses menggelar orientasi mahasiswa baru bertajuk ‘Ayyamut Ta’aruf Li Al-Mustajiddin (ATA) 2026’.
Kegiatan bertempat di lapangan Pesantren Banyuanyar berlangsung selama tiga hari, muali Rabu-Jumat, 9-11 September 2026.
Mengusung tema “Penguatan Keilmuan Pesantren di Era Digital”, ATA tahun ini diikuti seluruh mahasiswa baru dengan format yang interaktif dan humanis. Mulai dari Apel Pembukaan, diskusi tematik kepesantrenan, keislaman, kepemimpinan, hingga aksi sosial kemasyarakatan.
Rangkaian hari pertama dibuka resmi oleh Rektor IDB Pamekasan, RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, Lc., M.A melalui At-Taujih Al-‘Am. Pembukaan ditandai secara simbolis dengan pelepasan balon dan penyematan Jaz Almamater. Hadir dalam pembukaan tersebut jajaran Warek, Civitas Akademika, Ketua Umum Pengurus Pesantren Banyuanyar dan Wakil Ketua Umum Bid. Madrasiah.
“ATA tahun 2026 mengusung tema kepesantrenan, karena IDB berdiri di dalam Pondok Pesantren Banyuanyar yang sudah lama berdiri. Alhamdulillah, dengan kerjasama kepanitiaan, DEMA-I, DEMA-F dan seluruh jajaran, ATA 2026 berjalan lancar,” ujar Rektor.
Pada sesi diskusi tematik, panitia menghadirkan tokoh-tokoh kompeten. Diantaranya Drs. H. Moh. Kholil Asy’ari (Ketua Umum Pengurus) yang membahas wawasan kepesantrenan, dilanjutkan pengenalan sistem akademik oleh civitas akademika.
Memasuki hari kedua, agenda difokuskan pada wawasan keislaman dan keindonesiaan oleh Guru Besar UIN Madura, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. Puncaknya adalah materi _Islamic Leadership di Era Digital_ oleh Dr. Hendi Sugiarto, M.Pd, Dosen IAI Ternate.
Dalam paparannya, Dr. Hendi menegaskan peran manusia tidak boleh tergantikan AI.
“Perkembangan AI tidak seharusnya membuat manusia kehilangan peran dan nilai kemanusiaannya. AI mungkin membantu kita berpikir lebih cepat, tetapi AI tidak boleh menggantikan hati nurani. Seorang Islamic Leader harus cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual,” tegasnya.
Presiden Mahasiswa IDB, Nurul Anam, menjelaskan orientasi tahun ini sengaja dirancang untuk membentuk mahasiswa yang adaptif terhadap disrupsi teknologi tanpa meninggalkan akar moral pesantren.
“Kami ingin maba tidak hanya siap akademik, tapi juga punya kepekaan sosial dan ketahanan kepemimpinan di tengah tantangan zaman, khususnya era AI,” ujarnya.
Selain materi indoor, antusiasme peserta memuncak pada agenda Outbound, IDB Bersholawat, dan malam keakraban.
Kegiatan ditutup pada hari ketiga melalui Safari Kepesantrenan dan Bakti Sosial (Baksos) yang dimotori DEMA Institut Darul Ulum Banyuanyar sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui ATA 2026, IDB Pamekasan berharap mahasiswa baru mampu beradaptasi cepat dengan ekosistem kampus pesantren, menjunjung integritas, dan siap menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan umat.













