Daerah  

Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Tracing TBC Terintegrasi, 200 Pegawai dan Warga Binaan Jalani Skrining

RETORIK.ID, Pamekasan – Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan melaksanakan tracing Tuberkulosis (TBC) terintegrasi melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Puskesmas Teja, Stop TB Partnership Indonesia (STPI), dan Yayasan Yabisha.

Sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 20 pegawai dan 180 warga binaan. Skrining diprioritaskan bagi warga binaan yang baru masuk sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan diawali sambutan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Avira Sulistiyawati, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Lapas Narkotika Pamekasan, Kusnan.

Peserta selanjutnya mendapatkan sosialisasi mengenai pelaksanaan CKG yang disampaikan Ketua Tim CKG Puskesmas Teja, dr. Adis.

Usai sosialisasi, peserta menjalani skrining dan pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Tahapan meliputi registrasi dan verifikasi, pemeriksaan kesehatan dasar serta skrining gejala, rontgen thorax, pemeriksaan dokter dan tindak lanjut, pencatatan dan pelaporan, hingga pemberian makanan tambahan.

Melalui pemeriksaan tersebut, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menjalani deteksi dini terhadap kemungkinan gejala maupun indikasi TBC.

Avira Sulistiyawati mengatakan, skrining di lingkungan lapas menjadi langkah penting dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan TBC.

“Skrining ini merupakan langkah deteksi dini yang sangat penting, khususnya di lingkungan lapas yang memiliki karakteristik khusus. Dengan pemeriksaan secara terintegrasi, kita dapat menemukan apabila terdapat indikasi TBC lebih awal sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut dan mencegah penularan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Pamekasan, Kusnan, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan maupun pegawai.

“Kami sangat mendukung kegiatan tracing tuberkulosis terintegrasi ini. Kesehatan warga binaan dan pegawai merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, sehat, dan produktif,” jelasnya.

Menurutnya, deteksi dini dan pemeriksaan menyeluruh diharapkan mampu mencegah potensi penularan TBC sekaligus memastikan setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan sektor kesehatan dalam memperkuat deteksi dini, pencegahan, serta penanganan TBC di lingkungan Lapas Narkotika Pamekasan.

Dengan pelaksanaan tracing TBC terintegrasi ini, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat dan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat serta terbebas dari penyebaran penyakit menular.