Daerah  

Irama Cafe Pamekasan Bergema Sholawat, Maulid Nabi Jadi Momentum Cintai Rasulullah

Sholawat Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Irama Cafe Pamekasan.

RETORIK.ID, Pamekasan – Lantunan sholawat menggema di Irama Cafe, Pamekasan, saat Sholawat Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar bersama Majelis Sholawat Nariyah, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Lora Ainul Yaqin Kholil dan KH. Abdul Qadir Muhammad, serta sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto.

Suasana semakin semarak dengan lantunan sholawat yang diiringi musik hadrah dari grup Sonar dan Ittisholana. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari koloman rutinan Majelis Sholawat Nariyah yang dikoordinatori H. Achmad Fauzi.

Achmad Fauzi mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus upaya menjaga tradisi bersholawat di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Semoga dengan sholawat kita senantiasa dikaruniai syafaat beliau serta mendapatkan berkah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” ujar Achmad Fauzi.

Ia berharap tradisi melantunkan sholawat dapat terus dilestarikan dan menjadi kegiatan positif yang dilakukan secara istiqamah oleh pemuda, mahasiswa, maupun masyarakat yang menjadikan kafe sebagai ruang berkumpul.

“Kami ingin membuktikan bahwa tempat berkumpul dan menikmati kopi juga bisa menjadi ruang untuk menebarkan kebaikan, mempererat persaudaraan, dan memperbanyak sholawat,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Abdul Qadir Muhammad mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, rutinan sholawat dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menghadirkan suasana positif di tengah masyarakat.

“Semoga kegiatan rutinan positif ini ke depan mampu memberikan angin penyegar bagi seluruh hadirin yang hadir pada malam ini serta terus menanamkan rasa cinta kepada Sang Baginda Nabi,” tuturnya.

Ia berharap semangat bersholawat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga sholawat ini bukan hanya berkumandang pada malam ini, tetapi terus hidup di hati kita. Dari sholawat, mudah-mudahan lahir akhlak yang baik, persaudaraan yang kuat, dan semangat untuk menebarkan manfaat kepada sesama,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai keislaman dan keimanan, terutama di kalangan generasi muda.

“Kita sebagai umat beliau wajib memanjatkan dan memunajatkan nama beliau. Dengan memperbanyak sholawat, kita mengingat Rasulullah, meneladani akhlaknya, dan berharap mendapatkan keberkahan dalam kehidupan,” jelasnya.

Kegiatan Sholawat Akbar dan Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan menjadi wadah positif bagi pemuda, mahasiswa, dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan.

Kehadiran kegiatan keagamaan di ruang publik juga menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan berdampingan dengan budaya berkumpul masyarakat, selama diisi dengan aktivitas yang positif dan memberikan manfaat.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Majelis Sholawat Nariyah bersama para jamaah berharap kegiatan rutinan sholawat dapat terus istiqamah. Selain menjadi sarana memperkuat ukhuwah, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.